Semua
sediaan obat harus melalaui tahapan uji untuk memastikan keamanan, keamanan dan
akseptabilitas sediaan tersebut, diantaranya :
1. Uji Disolusi
Uji
ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang
tertera dalam masing-masing monografi untuk sedian tablet dan kapsul, kecuali
pada etiket yang dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Persyaratan disolusi
tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam
masing-masing monografi.
Media
disolusi
Gunakan
pelarut seperti yang tertara dalam masing-masing monografi. Bila media disolusi
adalah suatu larutan dapar, atar pH larutan sedemikian hingga pH larutan 0,05
satuan pH yang tertera pada masing-massing monografi.
Prosedur
untuk Kapsul, tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik. Masukkan
sejumlah volume media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing
monografi kedalam wadah, pasang alat, biarkan media disolusi hingga suhu 370±
0,50, dan angkat termometer. Masukkan 1 tablet, atau 1 kapsul kedalam alat,
hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan
alat pada laju kecepatan yang tertera dalam masing-masing monografi. Dalam
interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan, ambil
cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan media disolusi dan bagian
atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung, tidak kurang 1 cm dari
dinding wadah. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing
monografi. Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan.
Bila cangkang kapsul menggangu penetapan, keluarkan isi tidak
kurang dari 6 kapsul sesempurna mungkin, larutkan cangkang kapsul dalam
sejumlah volume media disolusi seperti yang dinyatakan. Lakukan penetapan
seperti yang tertera pad amasing-masing monografi. Buat koreksi seperlunya.
Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima.
Interpretasi
Kecuali jika dinyatakan lain dalam masing-masing monografi ,
persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang
diuji sesuai dengan tabel penerimaan. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap
kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S1 atau S2. Harga Q adalah jumlah
zat aktif yang terlarut seperti yang tertera pada amsing-masing monogarafi ,
dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket, angka 5% dan 15% dalam tabel
adalah persentase kadar pada etiket, dengan demikian mempunyai arti yang sama
dengan Q.
Tabel 3.1.1 Tabel Penerimaan uji disolusi
Tahap
|
Jumlah
yang Diuji
|
Kriteria
Penerimaan
|
S1
|
6
|
Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5%
|
S2
|
6
|
Rata-rata dari 12 unit (S1+S2) adalah sama dengan atau lebih
besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q-15%
|
S3
|
12
|
Rata-rata dari 24 unit (S1+S2+S3) adlah sama dengan atau lebih
dari dua unit sediaan yang lebih kecil dari Q-15% dan tidak satu unit pun
yang lebih kecil dari Q-25%
|
2. Uji Waktu Hancur Tablet Dan
Kapsul
Uji
ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera
dalam masing-masing monografi, kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau
kapsul digunakan
sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat
secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua
perodeberbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas diantara pelepasan
tersebut. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari
pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih.
Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan
aktifnya terlarut sempurna. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa
sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak
mempunyai inti yang jelas, kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul
yang tidak larut.
Prosedur
Tablet tidak Bersalut
Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang,
masukkan satu takaran pada tiap tabung dan jalankan alat gunakan air bersuhu 370±20
sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing
monografi. Pada batas akhir waktu seperti yang tertera dalam monografi, angkat
keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.
Tablet bersalut bukan enterik
Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang,
bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut, celupkan keranjang dalam
air pada suhu kamar selama 5 menit. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung
dan jalankan alat, gunakan cairan lambang buatan LP bersuhu 370±20
sebgai media. Setelah alat dijalankan selama 30 menit , angkat keranjang dan
amati semua tablet. Bila tablet tidak hancur sempurna, ganti dengan cairan usus
buatan LP bersuhu 370±20 dan teruskan waktu pengujian
hingga waktu keseluruhan termasuk pencelupan kedalam air dan cairan lambung
buatan LP adalah sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing
monografi ditambahkan 30 menit, angkat keranjang dan amati semua tablet. Semua
tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur
sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18
tablet yang diuji harus hancur sempurna.
3.
Uji
Keseragaman Kesediaan
Keseragaman
keseediaan dapat ditetapkan dengan salah satu dari dua metode, yaitu keragamana
bobot atau keseragaman kandungan. Persyaratan dalam bab ini digunakan untuk
sediaan yang mengandung suatu zat aktif dan sediaan mengandung dua atau lebih
zat aktif.
Persyaratan
keseragaman bobot dapat diterapkan pada prosuk kapsul lunak berisi cairan, atau
pada produk yang mengandung zat aktif 50 mg atau lebih yang merupakan 50% atau
lebih, dari bobot, satuan sediaan.
Persyaratan
keseragaman bobot dapat diterapkan dlam sediaan padat (termasuk dalam sediaan
padat steri), dengan atau tanpa bahan inaktif atau zat aktif yang ditambahkan,
yang telah dibuat dari larutan asli yang dikeringkan dengan cara pembekuan
dalam wadah akhir pada etiket yang dicantumkan pada penyiapan ini.
Persyaratan
keseragaman kandungan dapat diterapkan pada semua sediaan. Uji keseragaman
kandungan diperlukan pada tablet bersalut, termasuk pada tablet bersalut
selpaut, untuk sistem transdermal, untuk sediaan sispensi dalam wadah dosis
tunggal ataudalam kapsul lunak, dan untuk inhalasi bertekanan dengan dosis
terukur.
Keseragaman Bobot
Untuk
penetapan keseragaman kesediaan dengan cara keseragaman bobot, pilih tidak
kurang dari 30 satuan, dan lakukukan sebagai berikut untuk kesediaan yang
dimaksud.
Tablet Tidak Bersalut
Timbang
saksama 10 tablet, satu per satu dan hitung bobot rata-rata . Dari hasil
penetapan kadar, yang diperoleh seperti yang tertera dalam masing-masing
monografi, hitung jumlah zat aktif dari masing-masing dari 10 tablet dengan
anggapan zat aktif terdistribusi homogen.
Kapsul Keras
Timbang
seksama 10 kapsul, satu per satu beri identitas tiap kapsul. Keluarkan isi
kapsul dengan cara yang sesuai. Timbang seksama cangkang kapsul kosong, dan
hitung bobot netto dari isi tiap kapsul dengan dengan cara mengurangkan bobot
cangkang kapsul dari masing-masing bobot kapsul. Dari hasil penetapan kadar,
seperti tertera pada masing-masing monografi, hitunglah jumlah zat aktif dari
tiap kapsul dengan anggapan bahwa zat aktif terdistribusi secara homogen.
Kapsul Lunak
Tetapkan
bobot netto isi tiap kapsul sebagai berikut. Timbang seksama 10 kapsul utuh
satu per satu untuk memperoleh bobot kapsul, beri identitas tiap kapsul.
Kemudian buka kapsul dengan alat pemotong yang bersih yang sesuai seperti
gunting atau pisau yang tajam, dan keluarkan isi dan cuci dengan pelarut yang
sesuai. Biarkan sisa pelarut menguap dari cangkang kapsul pada suhu kamar pada
waktu lebih kurang 30 menit, lakukan pencegahan pada penarikan dam kehilangan
lembab. Timbang cangkang kapsul, isi hitung netto isi kapsul. Dari hasil
penetapan kadar yang tertera pada pada masing-masing monografi, hitung jumlah
zat aktif dalam tiap kapsul, dengan anggapan zat aktif terdistribusi homogen.
Keseragaman Kandungan
Untuk
penetapan keseragaman kesedian dengan penetapan kadar tiap satuan, pilih tidak
kurang dari 30 satuan dan lakukan sebagai berikut untuk bentuk sediaan yang
dimaksud.
Tablet
tidak bersalut dan bersalut , kapsul keras dan lunak, supositoria, sistem
transdermal, suspensi dalam wadah dosis tunggal, inhalasi bertekanan dengan
dosis terukur, sediaan inhalasi dalam wadah dosis tunggal dan sediaan padat (termasuk
sediaan padat steril) dalam wadah dosis tunggal.
Tetapkan
kadar 10 satuan satu per satu seperti penetapan kadar dalam masing-masing
monografi, kecuali dinyatakan lain dalam keseragaman kandungan. Jika jumlah zat
aktif dalam satuan dosis tunggal kurang dari yang dibutuhkan dalam penetapan
kadar, atur derajat pengenceran dari larutan atau volume alikot sehingga kadar
zat aktif dalam larutan akhir lebig kurang sama seperti yang tertera pada
prosedur penetapan kadar, atau jika penetapan kadar dilakukan secara titrasi,
gunakan titran yang lebih encer, bila perlu digunkaan volume titran yang
memadai seperti yang tertera pada tirtimetri, pada prosedur dalam uji dan
penetapan kadardalam ketentuan dan persyaratan umum. Jika dilakukan modifikasi
seperti ini dalam prosedur penetapan kadar dalam masing-msing monografi, buat
perubahan ynga sesuai dalam rumus perhitungan dan faktor titrasi.
4.
Uji
Volume Terpindahkan
Uji
berikut dirancang sebagai jaminan bahwa larutan oral dan suspensi yang dikemas
dalam wadah dosis ganda, dengan volume yang tertera pada etiket tidak lebih
dari 250 ml, yang tersedia dalam bentuk sediaan cair yang dikonstitusi dari
bentuk padat dengan penambahan bahan pembawa tertentu dengan volume yang
ditentukan, jika dipindahkan dari wadah asli, akan memberikan volume sediaan
yang tertera pada etiket.
Untuk
menetapkan volume terpindahkan, pilih tidak kurang dari 30 wadah, dan
selanjutnya ikuti prosedur berikut untuk bentuk sediaan tersebut.
Prosedur
Tuang
isi perlahan-lahan dari tiap wadah ke dalam gelas ukur kering terpisah dengan
kapasitas gelas ukur tidak lebih dari dua setengah kali volume yang diukur dan
telah dikalibrasi, secara hati-hati untuk menghindarkann pembentukan gelembung
udara pada waktu penuangan dan diamkan selama tidak lebih dari 30 menit. Jika
telah bebas dari gelembung udara, ukur volume dari tiap campuran: volume
rata-rata larutan, suspensi atau sirup yang diperoleh dari 10 wadah tidak
kurang dari 100%, dan tidak satu pun volume wadah yang kurang dari 95% dari
volume yang dinyatakan pada etiket. Jika A adalah volume rata-rata kurang dari
100% dari yang tertera pada etiket akan tetapi tidak ada satu wadahpun
volumenya kurang dari 95% dari volume yang tertera pada etiket, atau B tidak
lebih dari satu wadah volume kurang dari 95% tetapi tidak kurang dari 90% dari
volume yang tertera pada etiket, lakukan pengujian terhadap 20 wadah tambahan.
Volume rata-rata larutan, suspensi, atau sirup yang diperoleh dari 30 wadah
tidak kurang dari 100% dari volume yang tertera pada etiket, dan tidak lebih
dari satu dari 30 wadah volume kurang dari 95%, tetapi tidak kurang dari 90%
seperti yang tertera pada etiket.
5. Uji Pirogen
Uji
pirogen dimaksudkan untuk membatasi resiko reaksi demam pada tingkat yang dapat
diterima oleh pasien pada pemberian sediaan injeksi. Pengujian meliputi
pengukuran kenaikan suhu kelenci setelah mnyuntikkan larutan uji secara
intravena dan ditujukan untuk sediaan yang dapat ditoleransi dengan uji kelinci
dnegan dosis penyuntikan tidak lebih dari 10 ml per kilogram bobot badan dalam
jangka waktu yang tidak lebih dari 10 menit. Untuk sediaan yang pperlu
penyiapan pendahuluan atau cara pemberiannya perlu kondisi khusus ikuti
petunjuk tambahan yang tertera pada masing-masing monografi.
Prosedur
Lakukan
pengujian dalam ruang terpisah yang khusus untuk uji pirogen dan dengan kondisi
lingkungan yang sama dengan ruang pemeliharaan, bebas dari keributan yang
menyebabkan kegelisahan. Kelinci tidak diberi makan selama waktu pengujian,
minum dibolehkan pada setiap saat, tetapi dibatasi pada saat pengujian. Apabila
pengujian menggunakan termisor; masukkan kelinci kedalam kotak penyekap
sedemikian rupa sehingga kelinci tertahan dengan letak leher yang longgar
sehingga dapat duduk dengan bebas. Tidak lebih dari 30 menit sebelum penyuntikan
larutan uji, tentukan “suhu awal’ masing-masing kelinci yang merupakan dasar
untuk menentukan kenaikkan suhu. Beda suhu tiap kelinci dalam satu kelompok
tidak boleh lebih dari 1 ° dan suhu awal setiap kelinci tidak boleh lebih dari
39,8 °.
Kecuali
dinyatakan lain pada masing-masing monografi, suntikan 10 mL per kg bobot
badan, melalui vena tepi telinga 3 ekor kelinci dan penyuntikan dilakukan dalam
waktu 10 menit. Larutan uji berupa sediaan yang bila perlu dikonstitusi seperti
yang tertera pada etiket maupun bahan ujiyang diperlakukan seperti yang tertera
pada masing-masing monografi dan disuntikkan dengan dosis seperti yang tertera.
Untuk uji pirogen alat atau perangkat injeksi, gunakan sebagai larutan uji
hasil cucian atau bilasan dari permukaan alat yang berhubungan langsung dengan
sediaan parenteral, tempat penyuntikan atau jaringan tubuh pasien. Semua
larutan harus bebas dari kontaminasi. Hangatkan larutan pada suhu 370±2°C
sebelum penyuntikan. Rekam suhu berturut-turut antara jam ke-1 dan jam ke-3 setelah
penyuntikan dengan selang waktu 30 menit.
Penafsiran
hasil
Setiap penurunan suhu dianggap nol. Sediaan memenuhi syarat apabila
tidak seekor kelincipun menunjukkan kenaikan suhu 0,5° atau lebih. Jika ada
kelinci yang menunjukkan kenaikan suhu 0,5° atau lebih lanjutkan pengujian
dengan menggunakan 5 ekor kelinci. Jika tidak lebih dari 3 ekor dari 8 ekor
kelinci masing-masing menunjukkan kenaikan suhu maksimum 0,5° atau lebih dan
jumlah kenaikan suhu maksimum 8 ekor kelinci tidak lebih dari 3,3° maka sediaannya
dinyatakan memenuhi syarat bebas pirogen.*Diambil dari berbagai sumber
0 komentar:
Posting Komentar