Banyaknya jenis dan jumlah obat yang beredar dengan berbagai nama dagang yang mengharuskan setiap profesional kesehatan lebih selektif dalam memberikan obat yang tepat kepada pasien. Tepat yang dimaksud adalah tepat dalam indikasi, dosis, cara pakai dan biaya, sehingga pengobatan yang didapat oleh pasien memberikan manfaat bagi kesehatannya. Penyediaan informasi mengenai obat-obat yang beredar meliputi informasi kandungan, indikasi, kontra indikasi, dosis, dan sebagainya dapat dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Peran obat dalam pelayanan kesehatan sangat penting, oleh sebab itu pengetahuan yang cukup dari seorang tenaga kefarmasian sangatlah dibutuhkan.
Obat paten (original) adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset. Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten.
Berdasarkan UU No. 14 tahun 2001, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah NORVASK (dengan nama asli NORVASC). Kandungan NORVASK adalah amlodipin besilate, untuk obat antihipertensi dengan pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan dan harganya luar biasa mahal, Biaya riset, biava produksi. promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk biaya kepada pihak-pihak terkait. semuanya dibebankan kepada pasien.
Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin dengan berbagai merk. Amlodipin adalah nama generik dan merk-merk yang beredar sekarang ini kebanyakan dalam berbagai nama merupakan obat generik berlogo, bukan lagi obat paten, karena hak paten sudah berakhir.
Obat dengan nama dagang (branded drug atau spesialite) adalah nama sediaan obat yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara, disebut juga sebagai merk terdaftar. Dari satu nama generik (kandungan) dapat diproduksi berbagai macam sediaan obat dengan nama dagang atau spesialite yang berlainan, misal: PEHAMOXIL (berisi: amoksisilin), DlAFAC (berisi: mettormin), dll.
Obat generik terdiri dari 2 macam, yang pertama adalah generik biasa (plain) dan generik berlogo atau bermerk. Obat generik biasa adalah obat dengan nama resmi yang tertera pada Farmakope lndonesia dan INN (International Non- propietary Names) dari WHO (World Health Organization) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Nama generik ini ditempatkan sebagai judul dari monograti pada Farmakope Indonesia sebagai zat tunggal (misalnya: amoksisilin, metformin). Obat generik berlogo adalah pengembangan formulasi dari produk paten dengan kualitas, kemanjuran dan keamanan yang sama serta dapat menggantikan obat paten tersebut. Karena mengandung zat aktif yang sama, maka keduanya setara baik konsentrasi, kekuatan, ketersediaan hayati maupun efek terapinya. Bentuk sediaan serta cara penggunaannya juga harus sama, sehingga bekeria dalam tubuh dengan cara yang sama pula.
1. KEMOTERAPETIKA
Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, amoeba, fungi, protozoa, cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia.
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah :
a. Antibiotika
b. Sultonamida
c. Anti Malaria
d. Anti Amoeba
e. Anthelmintika
f. Anti fungi
g. Anti virus
h. Anti kanker
i. Anti TBC
Obat paten (original) adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset. Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten.
Berdasarkan UU No. 14 tahun 2001, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah NORVASK (dengan nama asli NORVASC). Kandungan NORVASK adalah amlodipin besilate, untuk obat antihipertensi dengan pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan dan harganya luar biasa mahal, Biaya riset, biava produksi. promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk biaya kepada pihak-pihak terkait. semuanya dibebankan kepada pasien.
Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin dengan berbagai merk. Amlodipin adalah nama generik dan merk-merk yang beredar sekarang ini kebanyakan dalam berbagai nama merupakan obat generik berlogo, bukan lagi obat paten, karena hak paten sudah berakhir.
Obat dengan nama dagang (branded drug atau spesialite) adalah nama sediaan obat yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara, disebut juga sebagai merk terdaftar. Dari satu nama generik (kandungan) dapat diproduksi berbagai macam sediaan obat dengan nama dagang atau spesialite yang berlainan, misal: PEHAMOXIL (berisi: amoksisilin), DlAFAC (berisi: mettormin), dll.
Obat generik terdiri dari 2 macam, yang pertama adalah generik biasa (plain) dan generik berlogo atau bermerk. Obat generik biasa adalah obat dengan nama resmi yang tertera pada Farmakope lndonesia dan INN (International Non- propietary Names) dari WHO (World Health Organization) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Nama generik ini ditempatkan sebagai judul dari monograti pada Farmakope Indonesia sebagai zat tunggal (misalnya: amoksisilin, metformin). Obat generik berlogo adalah pengembangan formulasi dari produk paten dengan kualitas, kemanjuran dan keamanan yang sama serta dapat menggantikan obat paten tersebut. Karena mengandung zat aktif yang sama, maka keduanya setara baik konsentrasi, kekuatan, ketersediaan hayati maupun efek terapinya. Bentuk sediaan serta cara penggunaannya juga harus sama, sehingga bekeria dalam tubuh dengan cara yang sama pula.
1. KEMOTERAPETIKA
Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, amoeba, fungi, protozoa, cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia.
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah :
a. Antibiotika
b. Sultonamida
c. Anti Malaria
d. Anti Amoeba
e. Anthelmintika
f. Anti fungi
g. Anti virus
h. Anti kanker
i. Anti TBC
Spesialit Obat
1.
Golongan
Penisilin
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Penisilin V
|
Fenocin
|
Dumex
|
|
2
|
Kloksasilin
|
Ikaclox
|
Ikapharmindo
|
|
3
|
Ampicillinum
|
Penbritin
|
GSK
|
|
4
|
Penisilin G
|
Prokain Penisilin G
|
Meiji
|
|
5
|
Amoxicillin
|
Silamox
|
Prafa
|
2.
Golongan Sefalosforin
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Sefadroksil
|
Duricef
|
Bristol-Myers Squib
|
|
2
|
Sefotaksim
|
Claforan
|
Sanofi Aventis
|
|
3
|
Sefaleksin (Cephalexinum)
|
Tepaxin
|
Takeda
|
|
4
|
Seftriaxone
|
Rocephin
|
Roche
|
|
5
|
Sefradin(Cephadrinum)
|
Velocef
|
Bristol-Myers Squib
|
|
6
|
Sefazolin
|
Cefacidal
|
Squib
|
|
7
|
Sefaklor
|
Ceclor
|
Eli Lily
|
|
8
|
Sefuroksim
|
Cefurox
|
Prafa
|
|
9
|
Seftazidim
|
Ceftum
|
Dexa Medica
|
3.
Golongan Aminoglikosida
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Kanamisina Sulfat
|
Kanamycin
|
Meiji
|
|
2
|
Gentamisina
|
Ikagen
|
Ikapharmindo
|
|
3
|
Neomisin Sulfat
|
Neobiotic
|
Bernofarm
|
|
4
|
Framisetin
|
Sofra Tulle
|
Darya Varia
|
|
5
|
Streptomisin
|
Sterptomycin Meiji
|
Meiji
|
4.
Golongan Kloramfenikol
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Kloramfenicol
|
Chloramex
|
Actavis
|
|
2
|
Tiamfenikol
|
Biothicol
|
Sanbe
|
5.
Golongan Tetrasiklin
|
NO
|
GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Tetrasiklin
|
Dumocycline
|
Actavis
|
|
2
|
Doxycycline
|
Dotur
|
Novartis Indonesia
|
|
3
|
Oxytetracycline
|
Teramycin
|
Pfizer
|
|
4
|
Minosiklin
|
Minocyn
|
Phapros
|
6.
Golongan Makrolida
|
NO
|
GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Erytromisin
|
Erysanbe
|
Sanbe
|
|
2
|
Spiramisin
|
Rovadin
|
Otto
|
|
3.
|
Roxythromycin
|
Rulid
|
Aventis
|
|
4
|
Azithromycin
|
Zithromax
|
Pfizer
|
7.
Golongan Rifampisin dan Asam
Fusidat
|
NO
|
GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Rifampicin
|
Kalrifam
|
Kalbe Farma
|
|
2
|
Asam fusidat
|
Fusicom
|
Combiphar
|
|
3
|
Ciprofloksasin
|
Ciproxin
|
Bayer
|
|
4
|
Ofloxacin
|
Tariflok
|
Lapi
|
|
5
|
Lincomisin
|
Lincomec
|
Mecosin
|
8.
Golongan Sulfonamida
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Sulfadiazin+ Sulfamerazin+
|
Trisulfa Zenith
|
Zenith
|
|
2
|
Sulfacetamida Natrium
|
Albuvid
|
Cendo
|
|
3
|
Cotrimoksazole
|
Bactrim
|
Roche
|
9.
Golongan Anti Malaria
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Klorokuin
|
Nivaquine
|
Aventis
|
|
2
|
Kloroquin Fosfat
|
Resochin
|
Bayer
|
|
3.
|
Sulfodoksin + Pyrimetamin
|
Fansidar
|
Roche
|
|
4.
|
Eukinin/Kinin Etil Karbonat
|
Euchinin
|
Kimia Farma
|
10.
Golongan Anti Amuba
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Metronidazol
|
Corsagyl
|
Corsa
|
|
2
|
Tinidazol
|
Fasigyn
|
Pfizer
|
|
3
|
Nimorazol
|
…………………
|
…………………
|
|
4
|
Secnidazol
|
Sentyl
|
Sunthi Sepuri
|
11.
Golongan Anthelmentik
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Piperazin (Piperazinum)
|
Piperacyl
|
Bode Temp
|
|
2
|
Mebendazol
|
Vermox
|
Janssen Cilg
|
|
3
|
Pirantel Pamoat
|
Combantrin
|
Pfizer
|
|
4
|
Levamizol HCl
|
…………………
|
…………………
|
|
5
|
Oxantel
|
Quantrel
|
Pfizer
|
|
6
|
Dietil karbamazin
|
…………………
|
…………………
|
|
7
|
Albendazol
|
Helben
|
Mecosin
|
12.
Golongan Anti Fungi
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Amfoterisin
|
Amphotec
|
Astra Zeneca
|
|
2
|
Nistatin
|
Candistatin
|
Pharos
|
|
3
|
Ketokonazol
|
Mycoral
|
Kalbe Farma
|
|
4
|
Miconazole
|
Daktarin
|
Janssen Cilag
|
|
5
|
Itraconazole
|
Sporanox
|
Janssen
|
13.
Golongan Anti Virus
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Asiklovir
|
Clinovir
|
Pharos
|
|
2
|
Methisoprinol
|
Isoprinosin
|
Darya varia
|
|
3
|
Valaciclovir
|
Herclox
|
Sanbe
|
|
4
|
Lamivudine
|
3TC
|
Glaxo
|
|
5
|
Oseltamivir
|
Tamiflu
|
Roche
|
14.
Golongan Anti kanker
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Bleomisin sulfat
|
Bleosin
|
Kalbe farma
|
|
2
|
Vinblastine
|
Vinblastine sulfat
|
Tempo
|
15.
Golongan Anti TBC
|
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Isoniazid
|
Isonex
|
Dumex
|
|
2
|
Rifampisin
|
Rifamtibi
|
Sanbe
|
|
3
|
Etambutol
|
Kalbutol
|
Kalbe
|
|
4
|
Pyrazinamide
|
Pezeta
|
Novartis
|
1.
SISTEM PENCERNAAN
Sistem
pencernaan makanan dimulai di mulut dimana makanan dihaluskan sambil diaduk
dengan ludah yang mengandung enzim amilase yang berfungsi menguraikan
karbohidrat. Setelah itu ditelan dan dilanjutkan dengan gerakan peristaltik,
dilanjutkan ke usus yang dibantu oleh enzim pencernaan untuk menguraikan
makanan.
Di
dalam lambung usus inilah dapat timbul gangguan penyakit baik yang disebabkan
oleh terganggunya produksi enzim pencemaan maupun yang disebabkan oleh infeksi
usus oleh kuman dan cacing.
Spesialite
yang akan dibahas adalah :
- Antasida
- Digestive
- Antidiare
- Pencahar/laksativa
- Antispasmodika
1. Golongan antasida
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Aluminium hidroksida
|
Alukol
|
PIM
|
|
2
|
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2
|
Gelusil
|
Pfizer
|
|
3
|
Simetikon/Dimetichone
|
Gastulen
|
Zenith
|
|
4
|
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2 dan simetikon
|
Gelusil MPS
Mylanta
|
Pfizer
Pfizer
|
|
5
|
Simetidin
|
Corsamet
|
Corsa
|
|
6
|
Famotidin
|
Facid
|
Kalbe farma
|
|
7
|
Ranitidin (Ranitidini)
|
Zantac
|
Glaxo Wellcome
|
|
8
|
Omeprazole
|
Losec
|
Astra Zeneca
|
|
9.
|
Lansoprazol
|
Betalans
|
Mahakam Bet
|
|
10.
|
Sukralfat
|
Inpepsa
|
Fahrenheit
|
2.
Golongan digestiva
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Pankreatin, empedu sapi, ekstrak lambung.
|
Panzynorm
|
Nordmark
|
|
2
|
Pancreatin, oxbile, bromealin
|
Benozymizym
|
Bernofarm
|
|
3
|
Pancreatin, lipase, amilase
|
Pankreon comp
|
Solfay, Kimia Farma
|
3.
Golongan Anti diare
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Oralit
|
Oralit
|
Kimia Farma
|
|
2
|
Kaolin dan Pectin
|
Kaopectate
|
Pfizer
|
|
3
|
Attapulgit dan pectin
|
Neo Diaform
|
Corsa
|
|
4
|
Attapulgit
|
Biodiar
New Diatabs
|
Novartis Indonesia
Medifarma Biomedis
|
|
5
|
Loperamid HCL
|
Imodium
|
Johnson Cilag
|
|
6
|
Arang Jerap
|
Bekarbon
Norit
|
Kimia Farma
Cap lang
|
4.
Golongan pencahar / laxativa
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Ispaghula Sekam
|
Mulax
|
Fahrenheit
|
|
2
|
Bisakodil
|
Dulcolax
|
Boehringer
|
|
3
|
Lactulosa
|
Lactulax
|
Ikapharmindo
|
|
4
|
Natrium Lauril Sulfo Asetat
|
Microlax
|
Pharos
|
|
5
|
Magnesium Sulfat
|
Garam Inggris Cap Gajah
|
Usaha Sekawan Farmasi
|
5.
Golongan Anti spasmodika
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1.
|
Hiosin Butilbromida
|
Buscopan
|
Schering Indonesia
|
|
2
|
Propantelin Bromida
|
Pro Banthine
|
Soho
|
|
3
|
Mebeverine HCL
|
Duspatalin
|
Solvay, Kimia Farma
|
|
4
|
Extrac Belladonnae
|
Ekstrak Beladon
|
Kimia Farma
|
|
5
|
Pramiverin HCl
|
Systabon Plain
|
Merck
|
|
6
|
Papaverin HCl
|
Erlavaf
Ifirin
|
Erela
Imfarmind
|
6.
Golongan kolagoga
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Asam Kenodeoksikolat
|
Chenofalk
|
Darya Varia
|
|
2
|
Asam Ursodeoksikolat
|
Estazor
|
Fahrenheit
|
7.
Golongan protector hati
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Methionin dan Vitamin
|
Methicol
|
Otto
|
|
2
|
Curcuma+ Multivitamin
|
Curcuma
|
Soho
|
|
3
|
Asam-asam Amino
|
Aminofusin Hepar
|
Baxter Kalbe
|
2.
SUSUNAN SYARAF PUSAT
Obat-obat
yang bekerja terhadap susunan syaraf pusat berdasarkan etek farmakodinamiknya
dibagi atas 2 golongan yaitu :
- Merangsang atau menstimulasi, yang secara langsung maupun tidak langsung merangsang aktifitas otak, sumsum tulang belakang beserta sarafnya.
- Menghambat atau mendepresi, yang secara langsung maupun tidak langsung memblokir proses tertentu pada aktifitas otak, sumsum tulang belakang beserta sarafnya.
Dalam
bab ini kita akan membahas rangsangan-rangsangan syarat yang berhubungan dengan
pusat sakit, pusat tidur dan kapasitas mental. Pusat tidur dan pusat pengatur
suhu tubuh terletak pada hipotalamus (otak tengah kecil). Pusat rasa sakit
terletak pada cerebrum (otak besar), sedang kapasitas mental merupakan fungsi
dari cerebral cortex (kulit otak).
Spesialite
yang akan dbahas adalah :
- Analgetik-antipiretik
- Anti emetika
- Anti epilepsi
- Psikofarmaka
- Hipnotik-sedativa
- Anestetika
- Anti parkinson
1.
Golongan analgetika -
antipiretika
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Acetosal
|
Aspirin
|
Bayer
|
|
2
|
Parasetamol
|
Panadol
|
Sterling
|
|
3
|
Asam Mefenamat
|
Ponstan
|
Pfizer
|
|
4
|
Antalgin
|
Novalgin
|
Sanofi Aventis
|
|
5
|
Tramadol
|
Tramal
|
Pharos
|
|
6
|
Diklofenak Kalium
|
Cataflam
|
Novartis
|
|
7
|
Piroksikam
|
Feldene
|
Pfizer
|
|
8
|
Fenilbutazon
|
Irgapan
|
Dexa Medica
|
|
9
|
Ibuprofen
|
Arthrifen
|
Armoxindo
|
|
10
|
Indomethacin
|
Benocid
|
Bernofarm
|
2.
Golongan anti emetika
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Difenhidramin Teoklat
|
Antimo
|
Phapros
|
|
2
|
Betahistine Mesylate
|
Merislon
|
Eisai
|
|
3
|
Metoclopramide
|
Vomitrol
|
Pharos
|
|
4
|
Hyoscine HBr
|
Buscopan
|
Boehringer
|
|
5
|
Klorpromazin HCl
|
Largactil
|
Aventis
|
|
6
|
Domperidon
|
Motilium
|
Jansen
|
|
7
|
Pyranthiazine Theoclate +
Vitamin B6
|
Mediamer
|
Darya Varia
|
|
8
|
Perfenazin
|
Trilafon
|
Schering
|
|
9
|
Sinarizin
|
Nariz
|
Tempo SP
|
3.
Golongan anti epilepsi
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Fenitoin Natrium/
Difenilhidantoin Natrium
|
Dilantin
|
Pfizer
|
|
2
|
Karbamazepin
|
Tegretol
|
Novartis
|
|
3
|
Klonazepam
|
Rivotril
|
Roche
|
4.
Golongan Psikofarmaka
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Nitazepam
|
Dumolid
|
Dumex
|
|
2
|
Estazolam
|
Esilgan
|
Takeda
|
|
3
|
Triazolam
|
Halcion
|
Pharmacia
|
5.
Golongan Hipnotika dan sedativa
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Diaethyl Aether
|
Aether Anaestheticus
|
Kimia Farma
|
|
2
|
Ketamin Hidroklorida
|
Ketalar
|
Pfizer
|
|
3
|
Tiopental Natrium
|
Pentothal Sodium
|
Abbot
|
|
4
|
Enflurane
|
Ethrane
Coumpound 347
|
Abbot
Fahrenheit
|
|
5
|
Halothanum
|
Halothane –M dan B
Halothane
|
Dexa Medica
Aventis
|
6.
Golongan Anestetika
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Lidokain Hidroklorida
|
Pehacain
|
Phapros
|
|
2
|
Bupivacain Hidroklorida
|
Bupivakain
|
Ethica
|
7.
Golongan Anti parkinson
|
NO
|
NAMA GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
PABRIK
|
|
1.
|
Pyritinol HCl
|
Enchepabol
|
Merck
|
|
2.
|
Piracetam
|
Nootropil
|
UCB Pharma
|
|
3.
|
Mecobalamin
|
Methycobal
|
Eisai
|
*(Diambil dari berbagai sumber)
0 komentar:
Posting Komentar