Banner 468 x 60px


 

Rabu, 29 November 2017

Si Kuda Besi Jilid II

0 komentar
Ini yang masih tersisa, yang lain sudah dijual.
Kuda besi ke tiga adalah Kawasaki Ninja tahun 2001 dengan spesifikasi :

Kuda terakhir adalah Honda Supra X 2015 :
https://www.instagram.com/p/BCUYmEOgYyq/?taken-by=sarwan_5
  • Sistem suplai bahan bakar : Injeksi (PGM-FI/Programmed Fuel Injection)
  • Tipe mesin : 4 langkah, SOHC, Silinder Tunggal
  • Diameter x langkah : 52.4 x 57.9 mm
  • Volume langkah : 124.89 cc
  • Perbandingan kompresi : 9,3 : 1
  • Daya maksimum : 7.40 kW(10.1 PS) / 8000 rpm
  • Torsi maksimum : 9.30 Nm (0.95 kgf.m) / 4000 rpm
  • Tipe Kopling : Multiple wet Clutch with Coil Spring
  • Tipe Starter : Starter Kaki dan Elektrik
  • Tipe Busi : NGK CPR6EA-9 / ND U20EPR9
  • Kapasitas tangki bahan bakar : 4.0 liter
  • Kapasitas minyak pelumas : 0,7 liter pada penggantian periodik
  • Transmsi : 4 kecepatan, rotary
  • Pola pengoperan gigi : N-1-2-3-4-N
  • Panjang x lebar x tinggi : 1.918 x 709x 1.101 mm
  • Jarak sumbu roda : 1.235 mm
  • Jarak terendah ke tanah : 136.5 mm
  • Berat kosong : 106 kg (CW) / 103 kg (SW)
  • Tipe rangka : Tulang punggung
  • Tipe suspensi depan : Teleskopik
  • Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Ganda
  • Ukuran ban depan : 70/90 - 17 M/C 38P
  • Ukuran ban belakang : 80/90 - 17 M/C 44P
  • Rem depan : Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal
  • Rem belakang : Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal (CW) Tromol (SW)
  • Tipe Baterai / Aki : MF 12V-3.0Ah
  • Sistem pengapian : Full transisterized

Read more...

Selasa, 28 November 2017

Si Kuda Besi Jilid I

0 komentar
Kuda besi pertama adalah Honda Supra X tahun 1998 dengan spesifikasi :
Mesin: 4-stroke, SOHC, 1 silinder
Kapasitas mesin: 97,1 cc (100)
Diameter x langkah: 50 x 49,5 mm
Rasio kompresi: 9,0 : 1
Max. power: 7,3 ps @ 8000 rpm
Max. torsi: 0,74 kgf.m @ 6000 rpm
Pendingin: udara
Transmisi: 4-speed (N-1-2-3-4-N), constant mesh

Kopling: ganda, otomatis sentrifugal, tipe basah
Pengapian: AC-CDI, Magneto
Battery/accu: 12 V; 3,5 Ah
Busi: ND U20FS, U22FS-U ; NGK C6HSA, C7HSA
Starter: electric dan kick

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 1907 x 702 x 1069 mm
Jarak sumbu roda: 1234 mm
Jarak terendah ke tanah: 147 mm
Kapasitas olie mesin: 0,70 liter
Tangki bbm: 3,7 liter
Berat: 99.4 kg

Suspensi:
- depan: telescopic
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 70/90 - 17M/C 38P
- belakang: 80/90 - 17M/C 44P
Rem:
- depan: cakram hidrolik, double piston
- belakang: tromol

 Kuda besi kedua adalah Yamaha V-ixion keluaran tahun 2008 dengan spesifikasi :


MESIN

Tipe Mesin
Liquid Cooled, 4T, SOHC
Diameter x Langkah
57 x 58,7 mm
Volume Silinder
149.8 cc
Perbandingan Kompresi
10.4 : 1
Sistem Starter
Kick & Electric Starter
Putaran Langsam
1300 – 1500 rpm
Power
11.10 kw (14.88 HP) / 8,500 rpm
Torsi
13.10 nm (1.34 Kgf.m)/ 7,500 rpm
Busi
CR 8 E (NGK) / U 24 ESR-N (DENSO)
Gap Busi
0.7 – 0.8 mm
Filter Udara
Tipe Kering
Cam Chain
Silent Chain / 96
Tensioner
Automatic
Celah katup masuk / buang
0.10 – 0.14 mm / 0.20 – 0.24 mm


KELISTRIKAN

Timing Pengapian
100 / 1,400 rpm
Fuse
20 Ampere
Bulb Lampu Depan
12V 35/35W, 12V 5W (Lampu Senja)
Bulb Lampu Belakang
12V 5/21W
Battery
YTZ5S MF BATTERY
Kapasitas
12V 3.5 AH


DIMENSI

Panjang x Lebar x Tinggi
1,035mm x 705 mm x 2,000 mm
Tinggi Tempat Duduk
790 mm
Jarak Sumbu Roda
1,282 mm
Sudut Caster
260
Trail
100 mm
Jarak terendah ke tanah
167 mm
Berat Bersih
114 Kg
Berat Kotor (+ cairan)
125 Kg
Kapasitas Tangki
12 ltr
Read more...

Kamis, 23 November 2017

PLPG 2017

0 komentar




Read more...

Kegiatan Visitasi

0 komentar







Read more...

Touring Ujung Genteng

0 komentar



Read more...

Bulutangkis

0 komentar


Read more...

GeMa CerMat

0 komentar
Kegiatan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Rabu, 22 November 2017
Tempat           : Akademi Farmasi Bhumi Husada
Acara             : Pelatihan TOT Dosen Akademi Farmasi
Tema              : Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat
Peserta           : Para Dosen AKFAR dan Guru SMK Farmasi Bhumi Husada
Nara Sumber : Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kementrian Kesehatan RI







Read more...

Senin, 20 November 2017

SPESIALIS OBAT

0 komentar
Banyaknya jenis dan jumlah obat yang beredar dengan berbagai nama dagang yang mengharuskan setiap profesional kesehatan lebih selektif dalam memberikan obat yang tepat kepada pasien. Tepat yang dimaksud adalah tepat dalam indikasi, dosis, cara pakai dan biaya, sehingga pengobatan yang didapat oleh pasien memberikan manfaat bagi kesehatannya. Penyediaan informasi mengenai obat-obat yang beredar meliputi informasi kandungan, indikasi, kontra indikasi, dosis, dan sebagainya dapat dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Peran obat dalam pelayanan kesehatan sangat penting, oleh sebab itu pengetahuan yang cukup dari seorang tenaga kefarmasian sangatlah dibutuhkan.

Obat paten (original) adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset. Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten.

Berdasarkan UU No. 14 tahun 2001, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah NORVASK (dengan nama asli NORVASC). Kandungan NORVASK adalah amlodipin besilate, untuk obat antihipertensi dengan pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan dan harganya luar biasa mahal, Biaya riset, biava produksi. promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk biaya kepada pihak-pihak terkait. semuanya dibebankan kepada pasien.

Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipin dengan berbagai merk. Amlodipin adalah nama generik dan merk-merk yang beredar sekarang ini kebanyakan dalam berbagai nama merupakan obat generik berlogo, bukan lagi obat paten, karena hak paten sudah berakhir.

Obat dengan nama dagang (branded drug atau spesialite) adalah nama sediaan obat yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara, disebut juga sebagai merk terdaftar. Dari satu nama generik (kandungan) dapat diproduksi berbagai macam sediaan obat dengan nama dagang atau spesialite yang berlainan, misal: PEHAMOXIL (berisi: amoksisilin), DlAFAC (berisi: mettormin), dll.

Obat generik terdiri dari 2 macam, yang pertama adalah generik biasa (plain) dan generik berlogo atau bermerk. Obat generik biasa adalah obat dengan nama resmi yang tertera pada Farmakope lndonesia dan INN (International Non- propietary Names) dari WHO (World Health Organization) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Nama generik ini ditempatkan sebagai judul dari monograti pada Farmakope Indonesia sebagai zat tunggal (misalnya: amoksisilin, metformin). Obat generik berlogo adalah pengembangan formulasi dari produk paten dengan kualitas, kemanjuran dan keamanan yang sama serta dapat menggantikan obat paten tersebut. Karena mengandung zat aktif yang sama, maka keduanya setara baik konsentrasi, kekuatan, ketersediaan hayati maupun efek terapinya. Bentuk sediaan serta cara penggunaannya juga harus sama, sehingga bekeria dalam tubuh dengan cara yang sama pula.


1.    KEMOTERAPETIKA

Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, amoeba, fungi, protozoa, cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia.

Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah :
a.    Antibiotika
b.    Sultonamida
c.    Anti Malaria
d.    Anti Amoeba
e.    Anthelmintika
f.    Anti fungi
g.    Anti virus
h.    Anti kanker
i.    Anti TBC
Spesialit Obat
1.    Golongan Penisilin

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Penisilin V
Fenocin
Dumex  
2
Kloksasilin
Ikaclox
Ikapharmindo
3
Ampicillinum
Penbritin
GSK
4
Penisilin G
Prokain Penisilin G
Meiji
5
Amoxicillin
Silamox
Prafa

2.            Golongan Sefalosforin
NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Sefadroksil
Duricef
Bristol-Myers Squib
2
Sefotaksim
Claforan
Sanofi Aventis
3
Sefaleksin (Cephalexinum)
Tepaxin
Takeda
4
Seftriaxone
Rocephin
Roche
5
Sefradin(Cephadrinum)
Velocef
Bristol-Myers Squib
6
Sefazolin
Cefacidal
Squib
7
Sefaklor
Ceclor
Eli Lily
8
Sefuroksim
Cefurox
Prafa
9
Seftazidim
Ceftum
Dexa Medica





3.            Golongan Aminoglikosida
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Kanamisina Sulfat
Kanamycin
Meiji
2
Gentamisina
Ikagen
Ikapharmindo
3
Neomisin Sulfat
Neobiotic
Bernofarm
4
Framisetin
Sofra Tulle
Darya Varia
5
Streptomisin
Sterptomycin Meiji
Meiji

4.            Golongan Kloramfenikol
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Kloramfenicol
Chloramex
Actavis
2
Tiamfenikol
Biothicol
Sanbe

5.            Golongan Tetrasiklin
NO
GENERIK
NAMA DAGANG
PABRIK
1
Tetrasiklin
Dumocycline
Actavis
2
Doxycycline
Dotur
Novartis Indonesia
3
Oxytetracycline
Teramycin
Pfizer
4
Minosiklin
Minocyn
Phapros


6.            Golongan Makrolida
NO
GENERIK
NAMA DAGANG
PABRIK
1
Erytromisin
Erysanbe
Sanbe
2
Spiramisin
Rovadin
Otto
3.
Roxythromycin
Rulid
Aventis
4
Azithromycin
Zithromax
Pfizer

7.            Golongan Rifampisin dan Asam Fusidat
NO
GENERIK
NAMA DAGANG
PABRIK
1
Rifampicin
Kalrifam
Kalbe Farma
2
Asam fusidat
Fusicom
Combiphar
3
Ciprofloksasin
Ciproxin
Bayer
4
Ofloxacin
Tariflok
Lapi
5
Lincomisin
Lincomec
Mecosin




8.            Golongan Sulfonamida

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Sulfadiazin+ Sulfamerazin+
Trisulfa Zenith
Zenith
2
Sulfacetamida Natrium
Albuvid
Cendo
3
Cotrimoksazole
Bactrim
Roche

9.            Golongan Anti Malaria

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Klorokuin
Nivaquine
Aventis
2
Kloroquin Fosfat
Resochin
Bayer
3.
 Sulfodoksin + Pyrimetamin
Fansidar
Roche
4.
Eukinin/Kinin Etil Karbonat
Euchinin
Kimia Farma


10.          Golongan Anti Amuba

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Metronidazol
Corsagyl
Corsa
2
Tinidazol
Fasigyn
Pfizer
3
Nimorazol
…………………
…………………
4
Secnidazol
Sentyl
Sunthi Sepuri


11.          Golongan Anthelmentik

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Piperazin (Piperazinum)
Piperacyl
Bode Temp
2
Mebendazol
Vermox
Janssen Cilg
3
Pirantel Pamoat
Combantrin
Pfizer
4
Levamizol HCl
…………………
…………………
5
Oxantel
Quantrel
Pfizer
6
Dietil karbamazin
…………………
…………………
7
Albendazol
Helben
Mecosin





12.          Golongan Anti Fungi

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Amfoterisin
Amphotec
Astra Zeneca
2
Nistatin
Candistatin
Pharos
3
Ketokonazol
Mycoral
Kalbe Farma
4
Miconazole
Daktarin
Janssen Cilag
5
Itraconazole
Sporanox
Janssen
13.          Golongan Anti Virus

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Asiklovir
Clinovir
Pharos
2
Methisoprinol
Isoprinosin
Darya varia
3
Valaciclovir
Herclox
Sanbe
4
Lamivudine
3TC
Glaxo
5
Oseltamivir
Tamiflu
Roche
14.          Golongan Anti kanker

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Bleomisin sulfat
Bleosin
Kalbe farma
2
Vinblastine
Vinblastine sulfat
Tempo
15.          Golongan Anti TBC

NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Isoniazid
Isonex
Dumex
2
Rifampisin
Rifamtibi
Sanbe
3
Etambutol
Kalbutol
Kalbe
4
Pyrazinamide
Pezeta
Novartis

1.      SISTEM PENCERNAAN

Sistem pencernaan makanan dimulai di mulut dimana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah yang mengandung enzim amilase yang berfungsi menguraikan karbohidrat. Setelah itu ditelan dan dilanjutkan dengan gerakan peristaltik, dilanjutkan ke usus yang dibantu oleh enzim pencernaan untuk menguraikan makanan.
Di dalam lambung usus inilah dapat timbul gangguan penyakit baik yang disebabkan oleh terganggunya produksi enzim pencemaan maupun yang disebabkan oleh infeksi usus oleh kuman dan cacing.

Spesialite yang akan dibahas adalah :
  1. Antasida
  2. Digestive
  3. Antidiare
  4. Pencahar/laksativa
  5. Antispasmodika


1.    Golongan antasida

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Aluminium hidroksida
Alukol
PIM
2
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2
Gelusil
Pfizer
3
Simetikon/Dimetichone
Gastulen
Zenith
4
Kombinasi Al(OH)3 dan Mg(OH)2 dan simetikon
Gelusil MPS
Mylanta
Pfizer
Pfizer
5
Simetidin
Corsamet
Corsa
6
Famotidin
Facid
Kalbe farma
7
Ranitidin (Ranitidini)
Zantac
Glaxo Wellcome
8
Omeprazole
Losec
Astra Zeneca
9.
Lansoprazol
Betalans
Mahakam Bet
10.
Sukralfat
Inpepsa
Fahrenheit

2.            Golongan digestiva

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Pankreatin, empedu sapi, ekstrak lambung.
Panzynorm
Nordmark
2
Pancreatin, oxbile, bromealin
Benozymizym
Bernofarm
3
Pancreatin, lipase, amilase
Pankreon comp
Solfay, Kimia Farma

3.            Golongan Anti diare

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Oralit
Oralit
Kimia Farma
2
Kaolin dan Pectin
Kaopectate
Pfizer
3
Attapulgit dan pectin
Neo Diaform
Corsa
4
Attapulgit
Biodiar
New Diatabs
Novartis Indonesia
Medifarma Biomedis
5
Loperamid HCL
Imodium
Johnson Cilag
6
Arang Jerap
Bekarbon
Norit
Kimia Farma
Cap lang

4.            Golongan pencahar / laxativa

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Ispaghula Sekam
Mulax
Fahrenheit
2
Bisakodil
Dulcolax
Boehringer
3
Lactulosa
Lactulax
Ikapharmindo
4
Natrium Lauril Sulfo Asetat
Microlax
Pharos
5
Magnesium Sulfat
Garam Inggris Cap Gajah
Usaha Sekawan Farmasi

5.            Golongan Anti spasmodika

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1.
Hiosin Butilbromida
Buscopan
Schering Indonesia
2
Propantelin Bromida
Pro Banthine
Soho
3
Mebeverine HCL
Duspatalin
Solvay, Kimia Farma
4
Extrac Belladonnae
Ekstrak Beladon
Kimia Farma
5
Pramiverin HCl
Systabon Plain
Merck
6
Papaverin HCl
Erlavaf
Ifirin
Erela
Imfarmind


6.            Golongan kolagoga

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Asam Kenodeoksikolat
Chenofalk
Darya Varia
2
Asam Ursodeoksikolat
Estazor
Fahrenheit

7.            Golongan protector hati

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Methionin dan Vitamin
Methicol
Otto
2
Curcuma+ Multivitamin
Curcuma
Soho
3
Asam-asam Amino
Aminofusin Hepar
Baxter Kalbe

2.      SUSUNAN SYARAF PUSAT

Obat-obat yang bekerja terhadap susunan syaraf pusat berdasarkan etek farmakodinamiknya dibagi atas 2 golongan yaitu :
  1. Merangsang atau menstimulasi, yang secara langsung maupun tidak langsung merangsang aktifitas otak, sumsum tulang belakang beserta sarafnya.
  2. Menghambat atau mendepresi, yang secara langsung maupun tidak langsung memblokir proses tertentu pada aktifitas otak, sumsum tulang belakang beserta sarafnya.  

Dalam bab ini kita akan membahas rangsangan-rangsangan syarat yang berhubungan dengan pusat sakit, pusat tidur dan kapasitas mental. Pusat tidur dan pusat pengatur suhu tubuh terletak pada hipotalamus (otak tengah kecil). Pusat rasa sakit terletak pada cerebrum (otak besar), sedang kapasitas mental merupakan fungsi dari cerebral cortex (kulit otak).


Spesialite yang akan dbahas adalah :
  1. Analgetik-antipiretik
  2. Anti emetika
  3. Anti epilepsi
  4. Psikofarmaka
  5. Hipnotik-sedativa
  6. Anestetika
  7. Anti parkinson

1.            Golongan analgetika - antipiretika
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Acetosal
Aspirin
Bayer
2
Parasetamol
Panadol
Sterling
3
Asam Mefenamat
Ponstan
Pfizer
4
Antalgin
Novalgin
Sanofi Aventis
5
Tramadol
Tramal
Pharos
6
Diklofenak Kalium
Cataflam
Novartis
7
Piroksikam
Feldene
Pfizer
8
Fenilbutazon
Irgapan
Dexa Medica
9
Ibuprofen
Arthrifen
Armoxindo
10
Indomethacin
Benocid
Bernofarm

2.            Golongan anti emetika
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Difenhidramin Teoklat
Antimo
Phapros
2
Betahistine Mesylate
Merislon
Eisai
3
Metoclopramide
Vomitrol
Pharos
4
Hyoscine HBr
Buscopan
Boehringer
5
Klorpromazin HCl
Largactil
Aventis
6
Domperidon
Motilium
Jansen
7
Pyranthiazine Theoclate + Vitamin B6
Mediamer
Darya Varia
8
Perfenazin
Trilafon
Schering
9
Sinarizin
Nariz
Tempo SP
3.            Golongan anti epilepsi

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Fenitoin Natrium/ Difenilhidantoin Natrium
Dilantin
Pfizer
2
Karbamazepin
Tegretol
Novartis
3
Klonazepam
Rivotril
Roche

4.            Golongan Psikofarmaka

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Nitazepam
Dumolid
Dumex
2
Estazolam
Esilgan
Takeda
3
Triazolam
Halcion
Pharmacia

5.            Golongan Hipnotika dan sedativa
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Diaethyl Aether
Aether Anaestheticus
Kimia Farma
2
Ketamin Hidroklorida
Ketalar
Pfizer
3
Tiopental Natrium
Pentothal Sodium
Abbot
4
Enflurane
Ethrane
Coumpound 347
Abbot
Fahrenheit
5
Halothanum
Halothane –M dan B
Halothane
Dexa Medica
Aventis

6.            Golongan Anestetika
NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
1
Lidokain Hidroklorida
Pehacain
Phapros
2
Bupivacain Hidroklorida
Bupivakain
Ethica

7.            Golongan Anti parkinson
NO
NAMA GENERIK
NAMA DAGANG
PABRIK
1.
Pyritinol HCl
Enchepabol
Merck
2.
Piracetam
Nootropil
UCB Pharma
3.
Mecobalamin
Methycobal
Eisai
*(Diambil dari berbagai sumber)
Read more...
 
Sarwan © 2017